Unsur kimia · halaman referensi
94Pu

Plutonium

Plutonium adalah unsur kimia bernomor atom 94 dengan simbol Pu. Unsur ini berada pada periode 7, golongan —, blok f. Pada suhu kamar keadaan acuannya padat, dan konfigurasi elektronnya [Rn] 5f6 7s2.

Nomor atom94
Bobot atom standarTidak ada bobot atom standar
Golongan—
Periode7
Blokf
Konfigurasi elektron[Rn] 5f6 7s2
Struktur elektron

Apa yang mengendalikan kimianya

Kimia aktinida melibatkan orbital 5f, 6d, dan 7s. Unsur awal deret dapat memiliki beberapa keadaan oksidasi, sedangkan keadaan +3 makin penting pada unsur yang lebih berat.

Konfigurasi elektron Plutonium adalah [Rn] 5f6 7s2. Semua aktinida bersifat radioaktif, sehingga kestabilan inti, waktu paruh, dan jenis peluruhan selalu perlu dibaca bersama sifat kimianya.

Bentuk kimia

Senyawa, ion, dan material

Plutonium dapat membentuk oksida, halida, dan kompleks koordinasi. Karena semua aktinida radioaktif, bentuk kimia harus dipahami bersama radiokimia, isotop, dan kestabilan inti.

Sifat fisik

Keadaan dan perubahan fase

Keadaan acuan pada suhu kamar adalah padat. Densitas yang tercantum adalah 19.82 g/cm³. Titik lelehnya 913.0 K (639.9 °C). Titik didihnya 3 501K (3 232 °C). Tekanan, kemurnian, struktur kristal, dan alotrop dapat mengubah nilai fisik yang terukur, sehingga kondisi pengukuran selalu penting.

Keberadaan dan kegunaan

Di mana Plutonium ditemukan dan digunakan

Dalam praktik, Plutonium dijumpai dalam aplikasi yang berkaitan dengan energi nuklir, sistem daya antariksa dan riset ilmiah. Sifat yang dimanfaatkan dapat berasal dari unsur murni, paduan, senyawa, atau isotop tertentu; karena itu bentuk kimia selalu penting ketika membahas kegunaan sebenarnya.

Dalam praktik

Contoh kegunaan nyata

Energi nuklir

Dalam aplikasi energi nuklir, Plutonium atau senyawanya dipilih karena sifat kimia, fisik, listrik, optik, mekanik, atau nuklir yang sesuai dengan fungsi tersebut. Bentuk kimia yang digunakan menentukan kinerja dan risiko sebenarnya.

Sistem daya antariksa

Dalam aplikasi sistem daya antariksa, Plutonium atau senyawanya dipilih karena sifat kimia, fisik, listrik, optik, mekanik, atau nuklir yang sesuai dengan fungsi tersebut. Bentuk kimia yang digunakan menentukan kinerja dan risiko sebenarnya.

Riset ilmiah

Plutonium terutama dibuat dan diukur dalam eksperimen untuk menguji tren atom, inti, dan sistem periodik; unsur ini tidak memiliki penggunaan komersial skala besar.

Posisi periodik

Apa yang ditunjukkan unsur tetangga

Plutonium berada pada periode 7 dalam deret blok f. Unsur tetangga yang ditampilkan ialah Uranium; Neptunium; Amerisium; Kurium. Membandingkan sepanjang deret ini membantu melihat perubahan bertahap dalam jari-jari atom, konfigurasi elektron, keadaan oksidasi, serta sifat magnetik atau optik.

Data referensi

Sifat fisik dan atom

Klasifikasiaktinida
Fase pada suhu kamarpadat
Kulit elektron2 · 8 · 18 · 32 · 24 · 8 · 2
Densitas19.82 g/cm³
Titik leleh913.0 K (639.9 °C)
Titik didih3 501K (3 232 °C)
Elektronegativitas Pauling1.28
Energi ionisasi pertama581.4kJ/mol
Afinitas elektron—

Nilai menggambarkan unsur atau atom netral bila sesuai. Data fisik dapat bergantung pada alotrop, tekanan, kemurnian, dan kondisi pengukuran.

Sejarah

Penemuan dan identifikasi

Penemuan Plutonium dikaitkan dengan Glenn T. Seaborg. Pengamatan pertama, isolasi sampel murni, dan penetapan nomor atom modern tidak selalu terjadi pada saat yang sama, sehingga sejarah unsur perlu dibaca sebagai rangkaian tahap.

Isotop dan bobot atom

Bagaimana isotop memengaruhi angka

Plutonium tidak memiliki bobot atom standar karena tidak ada campuran isotop alami yang cukup khas untuk diberi satu rata-rata berbobot yang stabil.

Plutonium tidak memiliki isotop stabil. Isotop-isotopnya radioaktif; waktu paruh dan mode peluruhan menjadi data penting dalam pengukuran, riset, dan aplikasi.

Keselamatan

Penanganan dan paparan

Plutonium bersifat radioaktif. Penanganannya memerlukan pengendalian radiasi yang disesuaikan dengan isotop, aktivitas, jenis radiasi, dan bentuk kimia sampel.