Dirgantara
Dalam aplikasi dirgantara, Titanium atau senyawanya dipilih karena sifat kimia, fisik, listrik, optik, mekanik, atau nuklir yang sesuai dengan fungsi tersebut. Bentuk kimia yang digunakan menentukan kinerja dan risiko sebenarnya.
Titanium adalah unsur kimia bernomor atom 22 dengan simbol Ti. Unsur ini berada pada periode 4, golongan 4, blok d. Pada suhu kamar keadaan acuannya padat, dan konfigurasi elektronnya [Ar] 3d2 4s2.
Subkulit d ikut menentukan kimia Titanium. Pada logam transisi, tingkat energi elektron yang berdekatan memungkinkan beberapa keadaan oksidasi, pembentukan kompleks koordinasi, dan aktivitas katalitik.
Konfigurasi elektron Titanium adalah [Ar] 3d2 4s2. Ketika elektron dilepas atau disusun ulang dalam senyawa, pengisian orbital d dapat berubah dan memengaruhi warna, kemagnetan, ikatan, serta reaktivitas.
Bentuk kimia penting Titanium mencakup logam dan paduan, oksida, halida, serta kompleks koordinasi. Elektron s dan d yang berdekatan energinya memungkinkan beberapa keadaan oksidasi; ligan dapat mengubah warna, kemagnetan, dan reaktivitas secara kuat.
Keadaan acuan pada suhu kamar adalah padat. Densitas yang tercantum adalah 4.506 g/cm³. Titik lelehnya 1 943 K (1 670 °C). Titik didihnya 3 560 K (3 287 °C). Tekanan, kemurnian, struktur kristal, dan alotrop dapat mengubah nilai fisik yang terukur, sehingga kondisi pengukuran selalu penting.
Dalam praktik, Titanium dijumpai dalam aplikasi yang berkaitan dengan dirgantara, implan dan pigmen. Sifat yang dimanfaatkan dapat berasal dari unsur murni, paduan, senyawa, atau isotop tertentu; karena itu bentuk kimia selalu penting ketika membahas kegunaan sebenarnya.
Dalam aplikasi dirgantara, Titanium atau senyawanya dipilih karena sifat kimia, fisik, listrik, optik, mekanik, atau nuklir yang sesuai dengan fungsi tersebut. Bentuk kimia yang digunakan menentukan kinerja dan risiko sebenarnya.
Titanium digunakan dalam material biomedis ketika ketahanan korosi, kekuatan, dan kompatibilitas dengan tubuh menjadi penting.
Senyawa Titanium digunakan sebagai pigmen atau bahan optik karena dapat memberi warna dan sifat optik yang stabil.
Titanium berada pada periode 4, golongan 4. Unsur tetangga yang ditampilkan ialah Skandium; Vanadium; Itrium; Zirkonium; Niobium. Posisi tersebut memungkinkan perbandingan langsung ukuran atom, energi ionisasi, keadaan oksidasi, dan kecenderungan ikatan dengan unsur yang berdekatan dalam tabel periodik.
Nilai menggambarkan unsur atau atom netral bila sesuai. Data fisik dapat bergantung pada alotrop, tekanan, kemurnian, dan kondisi pengukuran.
Penemuan Titanium dikaitkan dengan William Gregor. Pengamatan pertama, isolasi sampel murni, dan penetapan nomor atom modern tidak selalu terjadi pada saat yang sama, sehingga sejarah unsur perlu dibaca sebagai rangkaian tahap.
Bobot atom standar yang tercantum adalah 47.867(1). Nilai ini mencerminkan komposisi isotop bahan alami di Bumi, bukan massa satu atom tunggal.
Titanium memiliki setidaknya satu isotop stabil. Semua isotop memiliki jumlah proton yang sama tetapi berbeda jumlah neutron, sehingga massa atomnya berbeda.
Risiko Titanium bergantung pada bentuk kimia, dosis, dan jalur paparan. Unsur bebas, ion, dan senyawanya dapat memiliki dampak biologis serta lingkungan yang sangat berbeda, sehingga lembar data keselamatan zat spesifik perlu diperiksa.