Paduan
Skandium ditambahkan ke logam atau paduan untuk mengubah kekuatan, ketahanan korosi, perilaku leleh, atau kinerja pada suhu tinggi.
Skandium adalah unsur kimia bernomor atom 21 dengan simbol Sc. Unsur ini berada pada periode 4, golongan 3, blok d. Pada suhu kamar keadaan acuannya padat, dan konfigurasi elektronnya [Ar] 3d1 4s2.
Subkulit d ikut menentukan kimia Skandium. Pada logam transisi, tingkat energi elektron yang berdekatan memungkinkan beberapa keadaan oksidasi, pembentukan kompleks koordinasi, dan aktivitas katalitik.
Konfigurasi elektron Skandium adalah [Ar] 3d1 4s2. Ketika elektron dilepas atau disusun ulang dalam senyawa, pengisian orbital d dapat berubah dan memengaruhi warna, kemagnetan, ikatan, serta reaktivitas.
Bentuk kimia penting Skandium mencakup logam dan paduan, oksida, halida, serta kompleks koordinasi. Elektron s dan d yang berdekatan energinya memungkinkan beberapa keadaan oksidasi; ligan dapat mengubah warna, kemagnetan, dan reaktivitas secara kuat.
Keadaan acuan pada suhu kamar adalah padat. Densitas yang tercantum adalah 2.985 g/cm³. Titik lelehnya 1 814 K (1 541 °C). Titik didihnya 3 109 K (2 836 °C). Tekanan, kemurnian, struktur kristal, dan alotrop dapat mengubah nilai fisik yang terukur, sehingga kondisi pengukuran selalu penting.
Dalam praktik, Skandium dijumpai dalam aplikasi yang berkaitan dengan paduan, pencahayaan dan riset ilmiah. Sifat yang dimanfaatkan dapat berasal dari unsur murni, paduan, senyawa, atau isotop tertentu; karena itu bentuk kimia selalu penting ketika membahas kegunaan sebenarnya.
Skandium ditambahkan ke logam atau paduan untuk mengubah kekuatan, ketahanan korosi, perilaku leleh, atau kinerja pada suhu tinggi.
Dalam aplikasi pencahayaan, Skandium atau senyawanya dipilih karena sifat kimia, fisik, listrik, optik, mekanik, atau nuklir yang sesuai dengan fungsi tersebut. Bentuk kimia yang digunakan menentukan kinerja dan risiko sebenarnya.
Skandium terutama dibuat dan diukur dalam eksperimen untuk menguji tren atom, inti, dan sistem periodik; unsur ini tidak memiliki penggunaan komersial skala besar.
Skandium berada pada periode 4, golongan 3. Unsur tetangga yang ditampilkan ialah Magnesium; Kalsium; Titanium; Stronsium; Itrium; Zirkonium. Posisi tersebut memungkinkan perbandingan langsung ukuran atom, energi ionisasi, keadaan oksidasi, dan kecenderungan ikatan dengan unsur yang berdekatan dalam tabel periodik.
Nilai menggambarkan unsur atau atom netral bila sesuai. Data fisik dapat bergantung pada alotrop, tekanan, kemurnian, dan kondisi pengukuran.
Penemuan Skandium dikaitkan dengan Lars Fredrik Nilson. Pengamatan pertama, isolasi sampel murni, dan penetapan nomor atom modern tidak selalu terjadi pada saat yang sama, sehingga sejarah unsur perlu dibaca sebagai rangkaian tahap.
Bobot atom standar yang tercantum adalah 44.955907(4). Nilai ini mencerminkan komposisi isotop bahan alami di Bumi, bukan massa satu atom tunggal.
Skandium memiliki setidaknya satu isotop stabil. Semua isotop memiliki jumlah proton yang sama tetapi berbeda jumlah neutron, sehingga massa atomnya berbeda.
Risiko Skandium bergantung pada bentuk kimia, dosis, dan jalur paparan. Unsur bebas, ion, dan senyawanya dapat memiliki dampak biologis serta lingkungan yang sangat berbeda, sehingga lembar data keselamatan zat spesifik perlu diperiksa.