Katalis
Platina atau senyawanya digunakan sebagai katalis untuk mempercepat reaksi tanpa habis dalam reaksi keseluruhan.
Platina adalah unsur kimia bernomor atom 78 dengan simbol Pt. Unsur ini berada pada periode 6, golongan 10, blok d. Pada suhu kamar keadaan acuannya padat, dan konfigurasi elektronnya [Xe] 4f14 5d9 6s1.
Subkulit d ikut menentukan kimia Platina. Pada logam transisi, tingkat energi elektron yang berdekatan memungkinkan beberapa keadaan oksidasi, pembentukan kompleks koordinasi, dan aktivitas katalitik.
Konfigurasi elektron Platina adalah [Xe] 4f14 5d9 6s1. Ketika elektron dilepas atau disusun ulang dalam senyawa, pengisian orbital d dapat berubah dan memengaruhi warna, kemagnetan, ikatan, serta reaktivitas.
Bentuk kimia penting Platina mencakup logam dan paduan, oksida, halida, serta kompleks koordinasi. Elektron s dan d yang berdekatan energinya memungkinkan beberapa keadaan oksidasi; ligan dapat mengubah warna, kemagnetan, dan reaktivitas secara kuat.
Keadaan acuan pada suhu kamar adalah padat. Densitas yang tercantum adalah 21.45 g/cm³. Titik lelehnya 2 042 K (1 769 °C). Titik didihnya 4 098 K (3 825 °C). Tekanan, kemurnian, struktur kristal, dan alotrop dapat mengubah nilai fisik yang terukur, sehingga kondisi pengukuran selalu penting.
Dalam praktik, Platina dijumpai dalam aplikasi yang berkaitan dengan katalis, perhiasan dan aplikasi medis. Sifat yang dimanfaatkan dapat berasal dari unsur murni, paduan, senyawa, atau isotop tertentu; karena itu bentuk kimia selalu penting ketika membahas kegunaan sebenarnya.
Platina atau senyawanya digunakan sebagai katalis untuk mempercepat reaksi tanpa habis dalam reaksi keseluruhan.
Dalam aplikasi perhiasan, Platina atau senyawanya dipilih karena sifat kimia, fisik, listrik, optik, mekanik, atau nuklir yang sesuai dengan fungsi tersebut. Bentuk kimia yang digunakan menentukan kinerja dan risiko sebenarnya.
Dalam aplikasi aplikasi medis, Platina atau senyawanya dipilih karena sifat kimia, fisik, listrik, optik, mekanik, atau nuklir yang sesuai dengan fungsi tersebut. Bentuk kimia yang digunakan menentukan kinerja dan risiko sebenarnya.
Platina berada pada periode 6, golongan 10. Unsur tetangga yang ditampilkan ialah Rodium; Paladium; Perak; Iridium; Emas; Meitnerium; Darmstadtium; Roentgenium. Posisi tersebut memungkinkan perbandingan langsung ukuran atom, energi ionisasi, keadaan oksidasi, dan kecenderungan ikatan dengan unsur yang berdekatan dalam tabel periodik.
Nilai menggambarkan unsur atau atom netral bila sesuai. Data fisik dapat bergantung pada alotrop, tekanan, kemurnian, dan kondisi pengukuran.
Penemuan Platina dikaitkan dengan Antonio de Ulloa. Pengamatan pertama, isolasi sampel murni, dan penetapan nomor atom modern tidak selalu terjadi pada saat yang sama, sehingga sejarah unsur perlu dibaca sebagai rangkaian tahap.
Bobot atom standar yang tercantum adalah 195.084(9). Nilai ini mencerminkan komposisi isotop bahan alami di Bumi, bukan massa satu atom tunggal.
Platina memiliki setidaknya satu isotop stabil. Semua isotop memiliki jumlah proton yang sama tetapi berbeda jumlah neutron, sehingga massa atomnya berbeda.
Risiko Platina bergantung pada bentuk kimia, dosis, dan jalur paparan. Unsur bebas, ion, dan senyawanya dapat memiliki dampak biologis serta lingkungan yang sangat berbeda, sehingga lembar data keselamatan zat spesifik perlu diperiksa.