Pencahayaan
Dalam aplikasi pencahayaan, Kripton atau senyawanya dipilih karena sifat kimia, fisik, listrik, optik, mekanik, atau nuklir yang sesuai dengan fungsi tersebut. Bentuk kimia yang digunakan menentukan kinerja dan risiko sebenarnya.
Kripton adalah unsur kimia bernomor atom 36 dengan simbol Kr. Unsur ini berada pada periode 4, golongan 18, blok p. Pada suhu kamar keadaan acuannya gas, dan konfigurasi elektronnya [Ar] 3d10 4s2 4p6.
Gas mulia memiliki kulit valensi penuh atau hampir penuh sehingga atom bebasnya jauh kurang reaktif daripada kebanyakan unsur lain. Unsur yang lebih berat tetap dapat membentuk beberapa senyawa dalam kondisi yang sesuai.
Konfigurasi elektron Kripton adalah [Ar] 3d10 4s2 4p6. Kestabilan kulit terluar menjelaskan energi ionisasi tinggi dan kecenderungan unsur ringan golongan ini berada sebagai atom tunggal dalam fase gas.
Kripton biasanya berada sebagai atom tunggal dengan reaktivitas rendah. Gas mulia berat dapat membentuk beberapa senyawa dengan unsur sangat elektronegatif, tetapi kimianya tetap jauh lebih terbatas dibanding banyak golongan lain.
Keadaan acuan pada suhu kamar adalah gas. Densitas yang tercantum adalah 3.749 g/L. Titik lelehnya 115.8 K (-157.4 °C). Titik didihnya 119.9 K (-153.2 °C). Tekanan, kemurnian, struktur kristal, dan alotrop dapat mengubah nilai fisik yang terukur, sehingga kondisi pengukuran selalu penting.
Dalam praktik, Kripton dijumpai dalam aplikasi yang berkaitan dengan pencahayaan, laser dan isolasi. Sifat yang dimanfaatkan dapat berasal dari unsur murni, paduan, senyawa, atau isotop tertentu; karena itu bentuk kimia selalu penting ketika membahas kegunaan sebenarnya.
Dalam aplikasi pencahayaan, Kripton atau senyawanya dipilih karena sifat kimia, fisik, listrik, optik, mekanik, atau nuklir yang sesuai dengan fungsi tersebut. Bentuk kimia yang digunakan menentukan kinerja dan risiko sebenarnya.
Dalam aplikasi laser, Kripton atau senyawanya dipilih karena sifat kimia, fisik, listrik, optik, mekanik, atau nuklir yang sesuai dengan fungsi tersebut. Bentuk kimia yang digunakan menentukan kinerja dan risiko sebenarnya.
Dalam aplikasi isolasi, Kripton atau senyawanya dipilih karena sifat kimia, fisik, listrik, optik, mekanik, atau nuklir yang sesuai dengan fungsi tersebut. Bentuk kimia yang digunakan menentukan kinerja dan risiko sebenarnya.
Kripton berada pada periode 4, golongan 18. Unsur tetangga yang ditampilkan ialah Klorin; Argon; Bromin; Iodin; Xenon. Posisi tersebut memungkinkan perbandingan langsung ukuran atom, energi ionisasi, keadaan oksidasi, dan kecenderungan ikatan dengan unsur yang berdekatan dalam tabel periodik.
Nilai menggambarkan unsur atau atom netral bila sesuai. Data fisik dapat bergantung pada alotrop, tekanan, kemurnian, dan kondisi pengukuran.
Penemuan Kripton dikaitkan dengan William Ramsay. Pengamatan pertama, isolasi sampel murni, dan penetapan nomor atom modern tidak selalu terjadi pada saat yang sama, sehingga sejarah unsur perlu dibaca sebagai rangkaian tahap.
Bobot atom standar yang tercantum adalah 83.798(2). Nilai ini mencerminkan komposisi isotop bahan alami di Bumi, bukan massa satu atom tunggal.
Kripton memiliki setidaknya satu isotop stabil. Semua isotop memiliki jumlah proton yang sama tetapi berbeda jumlah neutron, sehingga massa atomnya berbeda.
Gas ini tidak harus beracun secara kimia untuk menjadi berbahaya: dalam ruang tertutup ia dapat menggantikan oksigen. Ventilasi dan pemantauan kadar oksigen penting saat menangani jumlah besar.