Riset ilmiah
Fransium terutama dibuat dan diukur dalam eksperimen untuk menguji tren atom, inti, dan sistem periodik; unsur ini tidak memiliki penggunaan komersial skala besar.
Fransium adalah unsur kimia bernomor atom 87 dengan simbol Fr. Unsur ini berada pada periode 7, golongan 1, blok s. Pada suhu kamar keadaan acuannya padat, dan konfigurasi elektronnya [Rn] 7s1.
Logam alkali memiliki satu elektron valensi pada kulit terluar. Elektron ini relatif mudah dilepas sehingga ion +1 sangat umum dan unsur bebasnya sangat reaktif.
Konfigurasi elektron Fransium adalah [Rn] 7s1. Ke bawah golongan 1, elektron terluar makin jauh dari inti dan umumnya lebih mudah dilepas; karena itu unsur-unsur ini di alam terutama dijumpai sebagai senyawa ionik.
Fransium umumnya dijumpai sebagai senyawa ionik seperti oksida, hidroksida, halida, karbonat, atau sulfat. Bentuk logam bebas relatif reaktif, sehingga kimia alaminya terutama mencerminkan kecenderungan membentuk kation yang stabil.
Keadaan acuan pada suhu kamar adalah padat. Titik lelehnya 300 K (26.9 °C). Titik didihnya 923K (676.9 °C). Tekanan, kemurnian, struktur kristal, dan alotrop dapat mengubah nilai fisik yang terukur, sehingga kondisi pengukuran selalu penting.
Dalam praktik, Fransium dijumpai dalam aplikasi yang berkaitan dengan riset ilmiah. Sifat yang dimanfaatkan dapat berasal dari unsur murni, paduan, senyawa, atau isotop tertentu; karena itu bentuk kimia selalu penting ketika membahas kegunaan sebenarnya.
Fransium terutama dibuat dan diukur dalam eksperimen untuk menguji tren atom, inti, dan sistem periodik; unsur ini tidak memiliki penggunaan komersial skala besar.
Fransium berada pada periode 7, golongan 1. Unsur tetangga yang ditampilkan ialah Sesium; Barium; Radium. Posisi tersebut memungkinkan perbandingan langsung ukuran atom, energi ionisasi, keadaan oksidasi, dan kecenderungan ikatan dengan unsur yang berdekatan dalam tabel periodik.
Nilai menggambarkan unsur atau atom netral bila sesuai. Data fisik dapat bergantung pada alotrop, tekanan, kemurnian, dan kondisi pengukuran.
Penemuan Fransium dikaitkan dengan Marguerite Perey. Pengamatan pertama, isolasi sampel murni, dan penetapan nomor atom modern tidak selalu terjadi pada saat yang sama, sehingga sejarah unsur perlu dibaca sebagai rangkaian tahap.
Fransium tidak memiliki bobot atom standar karena tidak ada campuran isotop alami yang cukup khas untuk diberi satu rata-rata berbobot yang stabil.
Fransium tidak memiliki isotop stabil. Isotop-isotopnya radioaktif; waktu paruh dan mode peluruhan menjadi data penting dalam pengukuran, riset, dan aplikasi.
Fransium bersifat radioaktif. Penanganannya memerlukan pengendalian radiasi yang disesuaikan dengan isotop, aktivitas, jenis radiasi, dan bentuk kimia sampel.