Produksi pupuk
Senyawa Fosfor digunakan dalam pupuk atau nutrisi tanaman ketika unsur tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan metabolisme.
Fosfor adalah unsur kimia bernomor atom 15 dengan simbol P. Unsur ini berada pada periode 3, golongan 15, blok p. Pada suhu kamar keadaan acuannya padat, dan konfigurasi elektronnya [Ne] 3s2 3p3.
Konfigurasi elektron Fosfor adalah [Ne] 3s2 3p3. Distribusi elektron pada kulit dan subkulit terluar mengendalikan cara atom membentuk ikatan serta keadaan oksidasi yang paling mungkin.
Untuk memahami reaktivitas, konfigurasi elektron perlu dibaca bersama posisi dalam tabel periodik. Keduanya menunjukkan elektron valensi, efek penyarungan, ukuran atom, dan kecenderungan atom kehilangan, menerima, atau berbagi elektron.
Fosfor membentuk berbagai jenis zat bergantung pada struktur elektron dan lingkungan kimianya. Oksida, halida, hidrida, paduan, atau senyawa kovalen dapat menjadi penting; keadaan oksidasi menentukan struktur, ikatan, dan reaktivitas.
Keadaan acuan pada suhu kamar adalah padat. Densitas yang tercantum adalah 1.823 g/cm³. Tekanan, kemurnian, struktur kristal, dan alotrop dapat mengubah nilai fisik yang terukur, sehingga kondisi pengukuran selalu penting.
Dalam praktik, Fosfor dijumpai dalam aplikasi yang berkaitan dengan produksi pupuk, biologi dan korek api. Sifat yang dimanfaatkan dapat berasal dari unsur murni, paduan, senyawa, atau isotop tertentu; karena itu bentuk kimia selalu penting ketika membahas kegunaan sebenarnya.
Senyawa Fosfor digunakan dalam pupuk atau nutrisi tanaman ketika unsur tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan metabolisme.
Dalam aplikasi biologi, Fosfor atau senyawanya dipilih karena sifat kimia, fisik, listrik, optik, mekanik, atau nuklir yang sesuai dengan fungsi tersebut. Bentuk kimia yang digunakan menentukan kinerja dan risiko sebenarnya.
Dalam aplikasi korek api, Fosfor atau senyawanya dipilih karena sifat kimia, fisik, listrik, optik, mekanik, atau nuklir yang sesuai dengan fungsi tersebut. Bentuk kimia yang digunakan menentukan kinerja dan risiko sebenarnya.
Fosfor berada pada periode 3, golongan 15. Unsur tetangga yang ditampilkan ialah Karbon; Nitrogen; Oksigen; Silikon; Belerang; Germanium; Arsenik; Selenium. Posisi tersebut memungkinkan perbandingan langsung ukuran atom, energi ionisasi, keadaan oksidasi, dan kecenderungan ikatan dengan unsur yang berdekatan dalam tabel periodik.
Nilai menggambarkan unsur atau atom netral bila sesuai. Data fisik dapat bergantung pada alotrop, tekanan, kemurnian, dan kondisi pengukuran.
Penemuan Fosfor dikaitkan dengan Hennig Brand. Pengamatan pertama, isolasi sampel murni, dan penetapan nomor atom modern tidak selalu terjadi pada saat yang sama, sehingga sejarah unsur perlu dibaca sebagai rangkaian tahap.
Bobot atom standar yang tercantum adalah 30.973761998(5). Nilai ini mencerminkan komposisi isotop bahan alami di Bumi, bukan massa satu atom tunggal.
Fosfor memiliki setidaknya satu isotop stabil. Semua isotop memiliki jumlah proton yang sama tetapi berbeda jumlah neutron, sehingga massa atomnya berbeda.
Risiko Fosfor bergantung pada bentuk kimia, dosis, dan jalur paparan. Unsur bebas, ion, dan senyawanya dapat memiliki dampak biologis serta lingkungan yang sangat berbeda, sehingga lembar data keselamatan zat spesifik perlu diperiksa.