Unsur kimia · halaman referensi
34Se

Selenium

Selenium adalah unsur kimia bernomor atom 34 dengan simbol Se. Unsur ini berada pada periode 4, golongan 16, blok p. Pada suhu kamar keadaan acuannya padat, dan konfigurasi elektronnya [Ar] 3d10 4s2 4p4.

Nomor atom34
Bobot atom standar78.971(8)
Golongan16
Periode4
Blokp
Konfigurasi elektron[Ar] 3d10 4s2 4p4
Struktur elektron

Apa yang mengendalikan kimianya

Konfigurasi elektron Selenium adalah [Ar] 3d10 4s2 4p4. Distribusi elektron pada kulit dan subkulit terluar mengendalikan cara atom membentuk ikatan serta keadaan oksidasi yang paling mungkin.

Untuk memahami reaktivitas, konfigurasi elektron perlu dibaca bersama posisi dalam tabel periodik. Keduanya menunjukkan elektron valensi, efek penyarungan, ukuran atom, dan kecenderungan atom kehilangan, menerima, atau berbagi elektron.

Bentuk kimia

Senyawa, ion, dan material

Selenium membentuk berbagai jenis zat bergantung pada struktur elektron dan lingkungan kimianya. Oksida, halida, hidrida, paduan, atau senyawa kovalen dapat menjadi penting; keadaan oksidasi menentukan struktur, ikatan, dan reaktivitas.

Sifat fisik

Keadaan dan perubahan fase

Keadaan acuan pada suhu kamar adalah padat. Densitas yang tercantum adalah 4.81 g/cm³. Titik lelehnya 494.2 K (221.1 °C). Titik didihnya 958 K (684.9 °C). Tekanan, kemurnian, struktur kristal, dan alotrop dapat mengubah nilai fisik yang terukur, sehingga kondisi pengukuran selalu penting.

Keberadaan dan kegunaan

Di mana Selenium ditemukan dan digunakan

Dalam praktik, Selenium dijumpai dalam aplikasi yang berkaitan dengan kaca khusus, elektronika dan biologi. Sifat yang dimanfaatkan dapat berasal dari unsur murni, paduan, senyawa, atau isotop tertentu; karena itu bentuk kimia selalu penting ketika membahas kegunaan sebenarnya.

Dalam praktik

Contoh kegunaan nyata

Kaca khusus

Dalam aplikasi kaca khusus, Selenium atau senyawanya dipilih karena sifat kimia, fisik, listrik, optik, mekanik, atau nuklir yang sesuai dengan fungsi tersebut. Bentuk kimia yang digunakan menentukan kinerja dan risiko sebenarnya.

Elektronika

Selenium digunakan pada komponen dan material elektronika ketika konduktivitas, sifat semikonduktor, respons optik, atau kestabilan kimia diperlukan.

Biologi

Dalam aplikasi biologi, Selenium atau senyawanya dipilih karena sifat kimia, fisik, listrik, optik, mekanik, atau nuklir yang sesuai dengan fungsi tersebut. Bentuk kimia yang digunakan menentukan kinerja dan risiko sebenarnya.

Posisi periodik

Apa yang ditunjukkan unsur tetangga

Selenium berada pada periode 4, golongan 16. Unsur tetangga yang ditampilkan ialah Fosfor; Belerang; Klorin; Arsenik; Bromin; Antimon; Telurium; Iodin. Posisi tersebut memungkinkan perbandingan langsung ukuran atom, energi ionisasi, keadaan oksidasi, dan kecenderungan ikatan dengan unsur yang berdekatan dalam tabel periodik.

Data referensi

Sifat fisik dan atom

Klasifikasinonlogam poliatomik
Fase pada suhu kamarpadat
Kulit elektron2 · 8 · 18 · 6
Densitas4.81 g/cm³
Titik leleh494.2 K (221.1 °C)
Titik didih958 K (684.9 °C)
Elektronegativitas Pauling2.55
Energi ionisasi pertama941 kJ/mol
Afinitas elektron195 kJ/mol

Nilai menggambarkan unsur atau atom netral bila sesuai. Data fisik dapat bergantung pada alotrop, tekanan, kemurnian, dan kondisi pengukuran.

Sejarah

Penemuan dan identifikasi

Penemuan Selenium dikaitkan dengan Jöns Jakob Berzelius. Pengamatan pertama, isolasi sampel murni, dan penetapan nomor atom modern tidak selalu terjadi pada saat yang sama, sehingga sejarah unsur perlu dibaca sebagai rangkaian tahap.

Isotop dan bobot atom

Bagaimana isotop memengaruhi angka

Bobot atom standar yang tercantum adalah 78.971(8). Nilai ini mencerminkan komposisi isotop bahan alami di Bumi, bukan massa satu atom tunggal.

Selenium memiliki setidaknya satu isotop stabil. Semua isotop memiliki jumlah proton yang sama tetapi berbeda jumlah neutron, sehingga massa atomnya berbeda.

Keselamatan

Penanganan dan paparan

Risiko Selenium bergantung pada bentuk kimia, dosis, dan jalur paparan. Unsur bebas, ion, dan senyawanya dapat memiliki dampak biologis serta lingkungan yang sangat berbeda, sehingga lembar data keselamatan zat spesifik perlu diperiksa.