Produksi pupuk
Senyawa Belerang digunakan dalam pupuk atau nutrisi tanaman ketika unsur tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan metabolisme.
Belerang adalah unsur kimia bernomor atom 16 dengan simbol S. Unsur ini berada pada periode 3, golongan 16, blok p. Pada suhu kamar keadaan acuannya padat, dan konfigurasi elektronnya [Ne] 3s2 3p4.
Konfigurasi elektron Belerang adalah [Ne] 3s2 3p4. Distribusi elektron pada kulit dan subkulit terluar mengendalikan cara atom membentuk ikatan serta keadaan oksidasi yang paling mungkin.
Untuk memahami reaktivitas, konfigurasi elektron perlu dibaca bersama posisi dalam tabel periodik. Keduanya menunjukkan elektron valensi, efek penyarungan, ukuran atom, dan kecenderungan atom kehilangan, menerima, atau berbagi elektron.
Belerang membentuk berbagai jenis zat bergantung pada struktur elektron dan lingkungan kimianya. Oksida, halida, hidrida, paduan, atau senyawa kovalen dapat menjadi penting; keadaan oksidasi menentukan struktur, ikatan, dan reaktivitas.
Keadaan acuan pada suhu kamar adalah padat. Densitas yang tercantum adalah 2.07 g/cm³. Titik lelehnya 388.4 K (115.2 °C). Titik didihnya 717.8 K (444.6 °C). Tekanan, kemurnian, struktur kristal, dan alotrop dapat mengubah nilai fisik yang terukur, sehingga kondisi pengukuran selalu penting.
Dalam praktik, Belerang dijumpai dalam aplikasi yang berkaitan dengan produksi pupuk, asam sulfat dan vulkanisasi karet. Sifat yang dimanfaatkan dapat berasal dari unsur murni, paduan, senyawa, atau isotop tertentu; karena itu bentuk kimia selalu penting ketika membahas kegunaan sebenarnya.
Senyawa Belerang digunakan dalam pupuk atau nutrisi tanaman ketika unsur tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan metabolisme.
Belerang merupakan unsur pusat dalam asam sulfat, salah satu bahan kimia industri dengan volume produksi terbesar.
Belerang membentuk ikatan silang antar rantai polimer sehingga meningkatkan kekuatan dan elastisitas karet.
Belerang berada pada periode 3, golongan 16. Unsur tetangga yang ditampilkan ialah Nitrogen; Oksigen; Fluorin; Fosfor; Klorin; Arsenik; Selenium; Bromin. Posisi tersebut memungkinkan perbandingan langsung ukuran atom, energi ionisasi, keadaan oksidasi, dan kecenderungan ikatan dengan unsur yang berdekatan dalam tabel periodik.
Nilai menggambarkan unsur atau atom netral bila sesuai. Data fisik dapat bergantung pada alotrop, tekanan, kemurnian, dan kondisi pengukuran.
Belerang telah dikenal atau digunakan sejak zaman kuno. Pemanfaatan bahan yang mengandung unsur ini mendahului konsep unsur kimia modern, sehingga sejarahnya tidak dapat diringkas menjadi satu penemuan tunggal.
Bobot atom standar Belerang dinyatakan sebagai rentang [32.059, 32.076]. Proporsi isotop pada bahan alami dapat berubah, sehingga satu angka desimal tunggal tidak selalu mewakili semua sampel.
Belerang memiliki setidaknya satu isotop stabil. Semua isotop memiliki jumlah proton yang sama tetapi berbeda jumlah neutron, sehingga massa atomnya berbeda.
Risiko Belerang bergantung pada bentuk kimia, dosis, dan jalur paparan. Unsur bebas, ion, dan senyawanya dapat memiliki dampak biologis serta lingkungan yang sangat berbeda, sehingga lembar data keselamatan zat spesifik perlu diperiksa.